5 Hal Penting Yang Harus Kamu Pikirkan Sebelum Menjalani Sebuah Hubungan

Nggak cuma cowok yang deg-degan saat nembak gebetan, cewek yang menerima momen itu juga merasakan hal yang sama. Bener nggak? Meski cuma tinggal bilang “mau” dan “maaf nggak bisa” aja jantungmu berdetak nggak beraturan, serasa mau copot. Bukan apa-apa, soalnya ini menyangkut hubungan yang melibatkan pasangan, jadi ya mesti hati-hati. Situs Judi Online

Urusan perasaan memang nggak bisa main-main sebab salah sedikit bisa menyakiti atau justru malah kamu disakiti. Maka sebisa mungkin kamu nggak gegabah dalam mengambil keputusan. Pertimbangkan matang-matang. Tanyakan pada dirimu dahulu sebelum menerima ajakannya untuk pacaran.

1. Apakah kamu benar-benar mencintainya? Atau kamu hanya butuh pelarian atau pelampiasan saja?

Pertanyaan ini merujuk pada kelapangan dadamu atas cinta yang sebelumnya. Apakah kamu sudah bisa berdamai dengan masa lalumu? Kalau dasarnya belum, besar kemungkinannya kamu hanya mempermainkan dia saja dengan menjadikannya pelarian atau pelampiasan cinta.

2. Kalau memang benar cinta, apakah sudah siap memulai hubungan lagi?

Dalam menjalin sebuah hubungan kadang cinta saja belum cukup. Masa lalu jelas harus tuntas. Komitmen juga harus jelas. Buat apa pacaran kalau nggak berkomitmen. Buang waktu dan masa muda saja. Mending kejar cita-cita saja kalau begitu.

3. Apakah kamu pun sudah yakin kebaikan dia berasal dari hati bukannya cuma pencitraan saja?

Sosoknya yang baik memang mengagumkan dan bikin jatuh hati. Tapi jangan gegabah mencintai sebelum kamu tahu bagaimana dia aslinya. Nggak menutup kemungkinan kan sikap dia selama ini pencitraan. Bukannya su’uzan, tapi kan banyak cowok yang begitu saat PDKT. Mumpung belum jadian.

4. Apakah dia bisa menutupi kekuranganmu? Atau malah dia menambah masalah saja?
Cinta sejatinya mengapresiasi kelebihan dan menutupi kekurangan pasangan. Lihat lagi apakah sosoknya sudah memenuhi dua syarat sederhana itu. Kalau belum pertimbangkan lagi sebelum menerimanya. Namun kalau sudah, maka kamu layak berbahagia sebab bisa jadi dia adalah sosok yang tepat untukmu.

5. Jangan buang waktu dengan cinta yang bercanda. Yakinkah kamu memilikinya?
Urusan cinta nggak bisa bercanda. Nggak bisa kamu pura-pura menerimanya hanya untuk mendapatkan label “taken” saja. Sungguh perbuatan jahat. Bagaimana jika kamu yang berada dalam posisinya, pasti sakit bukan? Pastikan kamu benar-benar mencintainya. Jalin hubungan dengan penuh tanggung jawab.

6. Sebagaimana air laut, cinta juga ada pasang surutnya. Apakah kamu masih mau memperjuangkannya saat sedang surut-surutnya?
Saat kamu sudah menerima cintanya, itu berarti kamu mesti siap menanggung segala resiko dan tanggung jawab cinta. Nggak bisa kamu hanya mau menerima enak-enaknya lalu pergi di saat sedang susah. Kalau kamu menikmati kebahagiaan dari hubungan, maka kamu juga harus mau menerima kondisi terburuk dalam hubungan.

Kamu harus siap membantu dan menemani jikalau tiba-tiba dia kesulitan. Sebab itu sudah menjadi tugasmu sebagai pasangan. Tenang saja, kalau memang benar cinta, dia pasti akan melakukan hal yang sama kepadamu.

7. Kebosanan sering melanda hubungan. Bila nanti saatnya telah tiba, akankah kamu memilih bertahan daripada pergi meninggalkannya?
Di usiamu yang sekarang, memilih hubungan haruslah berorientasi masa depan. Ingatlah teman-temanmu sudah pada menikah. Maka dari itu banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Bayangkan kemungkinan terburuk, apakah kamu masih akan tetap bersamanya meski dalam keadaan yang nggak menentu.

Bosan contohnya. Bosan seringkali jadi momok yang menghantui mereka yang pacaran. Nah ketika kebosanan tiba, apakah kamu lebih memilih bertahan atau melepaskan?

Written By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *